Pages

Ads 468x60px

Cari di sini...

Labes

Featured Posts

Sabtu, 19 Januari 2013

Chelsea vs Arsenal


AFP PHOTO/IAN KINGTON
Striker Arsenal dari Inggris, Theo Walcott (kiri), bertarung melawan bek Swansea City dari Spanyol, Chico Flores, dalam laga ulangan babak ketiga Piala FA di Stadion Emirates, London, Rabu (16/1/2013). Arsenal akhirnya menang 1-0.
LONDON, KOMPAS.com — Kalau bisa memilih, Rafael Benitez kemungkinan besar akan memindahkan partai kandangnya jauh dari Stadion Stamford Bridge. Sayangnya, itu tidak bisa.

Sejak disetir Benitez, rekor kandang Chelsea lumayan jeblok. The Blues hanya mampu meraih dua kemenangan dari tujuh laga.

Praktis, manajer berpaspor Spanyol itu akan mempertaruhkan segalanya dalam laga yang direncanakan disiarkan langsung MNCTV, Minggu (20/1/2013), mulai pukul 20.00 WIB itu. Salah satu spekulasi Benitez adalah menurunkan John Terry sejak menit pertama. Padahal, kapten The Blues itu masih belum bisa dipastikan pulih benar dari cedera lututnya.

Selasa, 08 Januari 2013


Messi Dekati Torehan 200 Gol di La Liga




FOTO:AFP/Lluis Gene
Barcelona - Sejauh ini baru ada tujuh pemain yang bisa mencetak setidaknya 200 gol di La Liga Primera. Lionel Messi sangat berpeluang segera menjadi pemain nomor delapan.

Messi, yang baru saja dianugerahi penghargaan FIFA Ballon d'Or, menyudahi tahun 2012 lalu dengan sejumlah torehan manis. Di antaranya adalah 91 gol dalam satu tahun kalender untuk timnas Argentina dan klubnya, Barcelona.

Terkait gol, pemain berusia 25 tahun itu musim ini sudah mengemas 27 gol dari 18 laga La Liga Primera. Jumlah itu unggul jauh dari Radamel Falcao (Atletico Madrid) yang punya 17 gol dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) dengan 16 gol.

Minggu, 28 Oktober 2012

Penilaian Bek Chelsea

 Gary Cahill of Chelsea
Bek Chelsea Gary Cahill menilai kemenangan melawan Manchester United nanti malam akan bisa menjadi penentu dalam perburuan merebut gelar Liga Primer Inggris musim ini.

Chelsea saat ini memimpin puncak klasemen Liga Primer dengan koleksi 22 angka dari delapan laga. Sementara Manchester United berada diperingkat ketiga dengan selisih empat angka. Di peringkat kedua, nongkrong Manchester City dengan selisih satu angka di belakang Chelsea.

"Ini laga besar di Liga Primer. Kami sadar di sana ada juga sejumlah laga besar antara Tottenham dan Manchester United. Itu semua penting agar kami bisa tetap bertahan di liga," kata Cahill di laman resmi klub.

"Kami sudah memulai liga dengan sangat bagus dan kami akan berusaha melanjutkannya. Kami telah menjawab sejumlah keraguan ketika kami menghadapi tim-tim besar."

"Rasanya itu cukup baik sehingga kami berharap bisa terus melanjutkannya."

"Sebuah kemenangan tentunya akan memberikan kami jarak yang semakin bagus. Setiap orang paham betapa pentingnya pertandingan ini dan tentunya ada penghargaan yang bisa diterima di pengujung musim."

"Cukuplah kami telah melewati malam yang sulit pada Selasa kemarin dan ketika Anda memiliki malam-malam seperti yang Anda inginkan di laga berikutnya bisa baik, tentu kami sekarang memiliki sebuah kesempatan untuk menempatkannya secara benar dan meraih hasil yang tepat."


 http://www.goal.com/id-ID/

Jumat, 12 Oktober 2012

Duo Manchester

Duo Manchester Nyaris Bersatu

Penulis: Okky Herman Dilaga | Jumat, 12 Oktober 2012 | 23:44


Jika pada tahun 1960-an Manchester United dan Manchester City digabungkan, mungkin saja Sir Alex Ferguson (kiri) dan Roberto Mancini (kanan) tak ada berada di kota Manchester saat ini.
MANCHESTER, KOMPAS.com — Sejarawan Inggris, Gary James, mengungkapkan fakta menarik tentang Manchester United dan Manchester City. Menurutnya, pada pertengahan tahun 1960-an, kedua klub kota Manchester itu nyaris saja bergabung menjadi satu.

Ide tersebut kali pertama muncul dari petinggi City saat itu, Frank Johnson, yang mengatakan bahwa kedua klub siap merger. Kebetulan, pada masa itu, City dan MU masih menjalin hubungan baik di dalam dan luar lapangan.

Selasa, 09 Oktober 2012

Ada-Ada Saja


Perancis Berencana Hapus PR Sekolah

Banyak cara yang digunakan seorang politisi untuk mengambil hati rakyatnya. Itulah yang dilakukan Presiden Perancis Francois Hollande pada Selasa (9/10/2012).

Bukan janji peningkatan ekonomi atau penambahan lapangan kerja yang diumbar Hollande untuk rakyatnya. Dia justru menjanjikan program pendidikan baru yang di dalamnya termasuk menghapus pekerjaan rumah.

"Pekerjaan sekolah seharusnya dikerjakan di sekolah dan bukan di rumah. Penghapusan ini untuk menciptakan kesetaraan pendidikan karena banyak anak yang tak mendapat bantuan di rumahnya," kata Hollande menerangkan alasannya ingin menghapus pekerjaan rumah.